Apakah Pancasila dapat diubah menjadi ideologi lain?

“Apakah Pancasila dapat diubah menjadi Ideologi Lain?”

Secara etimologis, ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu idea dan logia. Idea berasal dari idein yang berarti melihat. Idea juga diartikan sesuatu yang ada di dalam pikiran sebagai hasil perumusan sesuatu pemikiran atau rencana. Kata logia mengandung makna ilmu pengetahuan atau teori, sedang kata logis berasal dari kata logos dari kata legein yaitu berbicara. Istilah ideologi sendiri pertama kali dilontarkan oleh Antoine Destutt de Tracy (1754 – 1836), ketika bergejolaknya Revolusi Prancis untuk mendefinisikan sains tentang ide. Jadi dapat disimpulkan secara bahasa, ideologi adalah pengucapan atau pengutaraan terhadap sesuatu yang terumus di dalam pikiran.
Dalam tinjauan terminologis, ideology is Manner or content of thinking characteristic of an individual or class (cara hidup/ tingkah laku atau hasil pemikiran yang menunjukan sifat-sifat tertentu dari seorang individu atau suatu kelas). Ideologi adalah ideas characteristic of a school of thinkers a class of society, a plotitical party or the like (watak/ ciri-ciri hasil pemikiran dari pemikiran suatu kelas di dalam masyarakat atau partai politik atau pun lainnya).
Ideologi adalah pembahasan yang komplek disebabkan oleh adanya perbedaan pendapat mengenai difinisi ideologi itu sendiri. Dua macam pendekatan yang dapat dipakai yaitu definisi ideologi secara ketat dan definisi bebas. Definisi bebas dari ideologi adalah segala macam teori yang berorientasi pada tindakan atau pendekatan politik melalui sudut pandang sistem ide-ide.
Ideologi tidak bisa dirubah tapi bisa diperbaiki sesuai berjalannya waktu dan pemikiran manusia yang semakin maju. Ideologi bermula dari nilai-nilai dasar yang mendasari pemikiran atas keberadaan suatu Negara, yaitu bagaimana pandangan tentang tujuan Negara ditetapkan, bentuk organisasi dan pemerintahannya, tata pengaturan hubungan antara Negara dengan rakyatnya serta tata nilai yang dianut dalam kehidupan bernegara.
Munculnya Pancasila itu sendiri di Negara Indonesia berawal pada saat bangsa Indonesia menginginkan adanya kemerdekaan setelah sekian lama bangsa ini dijajah oleh bangsa-bangsa lain. Yang mempengaruhi ideologi Pancasila adalah pandangan yang dimiliki oleh para pejuang yang dipercaya dapat menyusun dasar bangsa Indonesia. Nilai-nilai dasar yang diambil adalah :
Ketuhanan (Religiusitas)
Nilai religius adalah nilai yang berkaitan dengan keterkaitan individu dengan sesuatu yang dianggapnya memiliki kekuatan sakral, suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya. Dari sudut pandang etis keagamaan, negara berdasar Ketuhanan Yang Maha Esa itu adalah negara yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduknya untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Dari dasar ini pula, bahwa suatu keharusan bagi masyarakat warga Indonesia menjadi masyarakat yang beriman kepada Tuhan, dan masyarakat yang beragama, apapun agama dan keyakinan mereka.

Kemanusiaan (Moralitas)
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan, sebagai asas kehidupan, sebab setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab. Manusia yang maju peradabannya tentu lebih mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat dan alam semesta untuk mencapai kebahagiaan dengan usaha gigih, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.

Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
Persatuan adalah gabungan yang terdiri atas beberapa bagian, kehadiran Indonesia dan bangsanya di muka bumi ini bukan untuk bersengketa. Bangsa Indonesia hadir untuk mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke. Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan dogmatik dan sempit, namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan persatuan Indonesia.

Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam kancah pergolakan hebat untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran berazaskan kelompok dan aliran tertentu yang sempit.

Keadilan Sosial
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan ketidak berpihakkan, keseimbangan, serta pemerataan terhadap suatu hal. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa. Itu semua bermakna mewujudkan keadaan masyarakat yang bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya. Segala usaha diarahkan kepada potensi rakyat, memupuk perwatakan dan peningkatan kualitas rakyat, sehingga kesejahteraan tercapai secara merata.
Dari nilai-nilai diatas maka munculah ideologi Pancasila, jika saat itu bukan nilai-nilai itu yang muncul maka saat ini mungkin Negara Indonesia tidak berideologi Pancasila.
Ideologi diumpamakan sebagai fondasi, jika fondasi tersebut berubah maka pada awalnya dapat terjadi ketidak stabilan yang berdampak buruk pada bangunan di atas fondasi tersebut, bangunan di atas fondasi tersebut bisa rusak atau hancur. Jika fondasi tersebut rusak maka tidak perlu merubuhkanny dan menggantinya dengan yang baru, namun kita hanya perlu membetulkannya dan mencari tahu dimana letak kesalahannya sehingga fondasi tersebut dapat berdiri lagi dengan kokoh. Sama seperti halnya ideologi pancasila, kita tidak perlu menggantinya dengan yang baru, namun kita harus mencari tahu dimana letak kesalahannya yang menyebabkan ideologi ini tidak berjalan dengan lancar, kita harus tahu apakah kesalahannya terletak pada masyarakat yang masi belum mengetahui apa itu arti ideologi dan belum mengetahui pentingnya ideologi atau ideologi pancasila ini memang masih kurang baik. Jika indonesia merubah ideologinya maka Indonesia dapat kehilangan kepercayaan dari masyarakat Indonesia sendiri maupun dari bangsa lain karena identitas bangsa Indonesia akan hilang seiring dirubahnya ideologi tersebut.
Pancasila sebagai ideologi negara dipandang sebagai sebuah sistem pemikiran yang diciptakan oleh suatu kekuatan untuk kepentingan kekuatan itu sendiri. Ideologi lebih dipandang sebagai “belief system” dan “power system” daripada hal yang bersifat ilmiah dan falsafahiah. Pancasila juga dipahami sebagai phylosophical system, yaitu Pancasila bersifat obyektif ilmiah karena uraiannya bersifat logis dan dapat diterima oleh paham yang lain.
Keterbukaan ideologi Pancasila didasarkan pada kenyataan dalam proses Pembangunan Nasional Berencana dan dinamika masyarakat yang berkembang sangat cepat.
Menurut kami ideologi pancasila sudah benar karena ideologi bangsa Indonesia sudah mencakup ideologi agama dan kebudayaan masyarakat Indonesia sendiri.Namun kesadaran masyarakat akan pentingnya ideologi ini masih kurang karenanya masyarakat Indonesia harus disadarkan akan pentingnya ideologi ini demi kepentingan bersama dan demi majunya bangsa indonesia. Ideologi pancasila merupakan dasar-dasar negara indonesia yang sudah ada sejak Indonesia merdeka.
Jadi sebenarnya, bukan ideologi bangsa yang harus dirubah melainkan moral yang terdapat pada generasi dan juga masyarakat yang harus di ubah dan diperhatikan. Ideologi pancasila hanya butuh diterapkan pada diri masyarakat sendiri yang belum tahu arti dari ideologi bangsa Indonesia sendiri.
Mungkin kita bertanya, apa keunggulan ideologi Pancasila? Pancasila benar-benar menjunjung tinggi demokrasi dan kemakmuran dan juga memberi hak kepada rakyatnya tanpa menghapus hak orang lain, pancasila mengatur agar negara ini makmur dan sejahtera. Hanya saja para “pelaksana” di daerah pusat yang kurang menjalankan amanatnya, atau bahkan tidak menerapkan ideologi Pancasila dalam diri mereka masing-masing.

2 Comments (+add yours?)

  1. Rie
    Nov 04, 2010 @ 08:15:07

    Oh my goodness. Copas dr mana nih? kesambet? wkwkwk

    Reply

  2. perdanaseries
    Nov 04, 2010 @ 21:36:34

    kaga, ini catetan jaman SMA pas lg ulangan trus ngapalin nya sambil ngetik wakakak

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: