Live In ( 5-10 November 2007 )

Senin, 5 November 2007

Pada pagi harinya saya pergi ke sekolah dan mengikuti pelajaran Matematika, Pkn, dan Bahasa Inggris. Kelas dua pulang lebih cepat karena akan pergi Live In pada sore harinya. Jam empat sore, saya kembali ke sekolah dengan membawa dua tas. Yang satu berisi baju dan yang satu lagi berisi makanan. Bus untuk kelas 2sos3 datang paling terakhir. Bus kami berangkat jam lima sore karena menunggu semuanya beres. Setelah itu dibagikan makanan di dalam bus. Jam tujuh malam, kami berhenti di SPBU untuk makan dan buang air kecil. Saya tidak makan karena ketiduran.

Selasa, 6 November 2007

Jam dua pagi, ban mobil bus saya meletus tidak tahu karena apa. Untung saja tepat di depan SPBU. Saya pun bangun dan merasa lapar. Makanan jatah saya sudah dingin dan tidak enak sehingga saya memutuskan untuk turun dari bus yang sedang diganti bannya. Saya mengajak Vania untuk turun. Pertama kami ke WC dulu. Setelah itu saya lalu pergi membeli pop mie di supermarket SPBU. Sambil menunggu ban diganti, saya makan di dekat situ sambil mengobrol dengan petugas SPBU yang sedang kerja malam. Setelah selesai makan, ban pun telah terpasang. Saya naik ke bus dan tidur.

Jam sembilan pagi, kami sampai di Desa Konservasi yang menjadi tujuan. Kami semua, sos1, sos2, dan sos3  berkumpul di balai untuk makan pagi. Soto yang enak telah disajikan untuk dimakan. Lalu kata sambutan dari Kepala Desa dan Lurah untuk sekolah kami. Setelah itu dibacakan kelompok-kelompok dan induk semangnya. Kelompok saya yaitu Vania, Rigina dan Jennifer adalah kelompok paling kahir yang disebutkan. Induk semang kami bernama Bu Sutarjo dan Pak Sutarjo. Mereka berdua adalah pasangan kepala sekolah. Sayangnya Pak Sutarjo baru saja pensiun bulan Agustus 2007 lalu. Tapi ia tetap ditugasi untuk melanjutkan proyek yang telah dicanangkannya. Mereka mempunyai tiga anak yaitu Erwin, Bowo, dan Iyok yang kebetulan juga panitia Live In selama kami berada disana.

Kami diantar menggunakan mobil. Sesampainya disana, kami membereskan barang dan ganti baju. Ternyata Bu Tarjo dan Pak Tarjo belum pulang saat itu. Kami main kartu bersama Kak Erwin dan pacarnya, Kak Novi. Setelah lama bermain kartu, kami minta untuk diantar jalan-jalan sebentar. Kami ke kebun salak yang berada di belakang rumah. Vania lalu memakan salak yang sudah matang. Setelah itu kami pergi ke kali. Air disana jernih. Kami juga pergi ke rumah teman-teman kami dan ke sawah. Selama jalan-jalan kami pun berfoto-foto ria. Setelah itu kami pun kembali ke rumah untuk makan siang karena katanya Bu Tarjo sudah pulang.

Pada saat makan siang, kami makan bersama keluarga Sutarjo. Kami mengobrol sebentar setelah makan. Lalu jam tiga sore, kami diharuskan pergi ke lapangan sepak bola. Tetapi disana hanya ada beberapa orang saja. Setelah itu kami menunggu sebentar. Lama kelamaan pun lapangan menjadi ramai. Karena alat olahraganya kurang, saya duduk di dekat parit dan bermain kartu bersama teman-teman yang lain. Setelah itu, Jennifer dan Vania pulang ke rumah karena ingin beristirahat. Saya dan Rigina lalu pergi ke lapangan voli. Sedang diadakan pertandingan disana. Sos1 melawan sos2. Karena tidak ada tim sos3, saya lalu bergabung ke sos2. Permainan berlangsung seru dan lama. Saya banyak tertawa saat bermain sehingga tim saya nyaris kalah. Permainan akhirnya berhenti karena semuanya sudah lelah. Saya dan Rigina pulang ke rumah dan mandi. Malamnya kami makan malam bersama para kakak panitia yang ada di rumah saya. Setelah itu kelompok saya pergi ke balai. Disana, kami mengobrol dengan teman-teman yang lain. Lalu saya diajak bermain gamelan, alat musik tradisional. Saya bermain bersama orang lokal. Ternyata gamelan itu susah juga dimainkan. Saya jadi tertarik. Jam setengah sepuluh, kelompok saya ingin pulang duluan, tetapi saya belum mau pulang karena masih penasaran memainkan alat musik gamelan tersebut. Lama saya memainkannya. Jam sepuluh, saya pun lelah dan ingin pulang. Saya diantar pulang oleh Kak Bowo. Sesampainya di rumah, saya pun langsung tertidur karena kelelahan.

Rabu, 7 November 2007

Saya bangun jam setengah delapan lalu sarapan pagi bersama kelompok saya. Setelah itu saya pergi ke sawah diantar oleh Kak Bowo menggunakan mobil. Kami pergi melihat wiwitan, lalu ikutan para petani membajak sawah dan pergi ke kebun melon. Kami pun berfoto-foto. Banyak panitia yang ikut, salah satunya adalah Kak Dodo. Kami pun mengantar ia ke rumahnya dulu. Saya lalu pulang ke rumah. Jam sebelas, saya mandi. Selesai mandi, saya melihat banyak teman-teman yang bukan dari kelompok saya datang bermain ke rumah saya. Ada sekitar lima orang. Vania membawa pop mie satu kardus sehingg saat itu terjadi makan pop mie massal. Saya sendiri makan tiga pop mie. Jam dua kurang, saya pergi ke balai. Di jadwal tertulis untuk berkumpul jam dua untuk nonton jathilan ( semacam atraksi kuda lumping untuk memanggil roh). Saya datang lebih cepat untuk menertawakan Marlina karena saya dengar ia jatuh dari sepeda dengan mengenaskan. Sesampainya disana, saya melihat keadaannya yang parah. Saya bersama kelompok saya pun tertawa terbahak-bahak karena mendengar cerita yang sebenarnya saat Marlina terjatuh. Ia juga ikut tertawa karena kebodohannya sambil kesakitan. Saya sampai berkeringat dan tak bisa berhenti tertawa.

Setelah lelah tertawa, saya dan teman-teman menonton jathilan yang dimainkan oleh remaja. Jathilan yang dimainkan oleh para remaja ini tidak terlalu menantang. Setelah penampilan mereka, jathilan dewasa pun dimulai. Penampilan mereka sangat seru dan lama. Karena terlalu lama, kami pulang duluan karena sudah janji pada ibu akan membantu menyiapkan makanan untuk kenduri yang akan diadakan nanti malam di termpat kami sendiri. Kenduri adalah acara syukuran yang diadakan masyarakat desa untuk menyambut kedatangan kami ke Desa Granting. Biasanya diadakan untuk merayakan sesuatu bersama penduduk desa lainnya. Sajiannya adalah nasi, ayam, jajanan pasar dan ayam yang telah direbus yang dibagikan setelah diberkati.

Beberapa lama kemudian, sudah banyak teman-teman yang datang ke rumah saya. Kelompok saya lalu mengeluarkan sajian kenduri yang telah disediakan. Setelah itu kami mendengarkan ceramah para guru dan memulai kenduri. Kami berdoa. Setelah ayam yang direbus itu diberkati, lalu dibagi-bagikan untuk semua murid. Selama kenduri, kelompok saya tidak ikut makan tetapi malah mengobrol dengan anggota keluarga yang lain di ruang makan. Kami mengobrol dan tertawa-tawa. Kenduri pun selesai. Kami keluar dan membereskan sisa makanan kenduri. Kami mencuci gelas beramai-ramai bersama anggota keluarga dan berfoto-foto. Saya pun diajak pergi ke balai untuk bermain gamelan. Kelompok saya juga ikut. Disana ternyata tempatnya penuh dan banyak orang yang mengantri untuk bermain gamelan. Saya pun jadi malas mengantri dan jadinya bermain kartu Tepok Nyamuk bersama kelompok saya, Kak Dodo, dan Bu Agustine sampai bosan. Karena kami tidak melakukan apa-apa, kami memutuskan untuk pulang dan tidur. Tapi ternyata kami malah bermain komputer dan melihat foto-foto angkatan dua tahun lalu yang pernah tinggal di rumah Bu Sutarjo sebelumnya.  Lalu kami malah tidak jadi tidur. Kami berempat makan pop mie lagi. Kami malah melanjutkan mengobrol sampai jam tiga pagi. Kalau tidak ada yang sadar itu jam tiga, mungkin kami berempat tidak tidur.

Kamis, 8 November 2007

Saya bangun jam tujuh pagi. Itu berarti saya hanya tidur empat jam. Saya pun buru-buru mandi dan pergi mengunjungi sekolah tempat Bu Sutarjo mengajar. Kami duduk di ruang guru dan mengobrol sebentar. Kami pun berfoto-foto. Jam delapan lewat, kami sudah berada di bus dan berangkat ke Kaliadem. Disana terlihat bekas-bekas kejadian G.Merapi. Karena capek, saya turun dari bukit dan pergi menunggu makan siang di bus. Setelah itu, saya dan teman-teman saya pergi ke rumah Mbah Marijan yang katanya adalah juru kunci G. Merapi. Disana dilarang berfoto dengannya. Rumahnya tidak mewah, sederhana seperti rumah-rumah desa yang lainnya. Mbah Marijan pun bersikap baik pada kami, tamu-tamu dadakan yang datang tanpa diundang.

Beberapa jam kemudian, kami pun kembali ke bus dan pergi lagi ke Kaliurang. Kami harus mendaki selama setengah jam untuk melihat pemandangan yang indah. Tetapi saya dan kelompok saya ( kecuali Rigina) tidak ikut karena capek dan malas. Kami duduk-duduk di kios kecil untuk minum dan makan bersama anggota panitia yang lain. Beberapa lama kemudian, turun hujan deras. Semua orang yang mendaki turun dengan basah kuyup karena kehujanan. Saya merasa beruntung karena tidak ikut mendaki bersama yang lain. Setelah hujan sedikit reda, barulah saya berjalan menuju bus dengan menggunakan payung. Setelah itu, banyak yang membeli baju karena bajunya basah kuyup dan tidak membawa baju ganti.

Kami pun kembali ke desa pada sore hari. Karena capek, saya beristirahat sebentar. Lalu malam harinya kami pergi ke balai karena ada acara api unggun. Sebelumnya diadakan games kecil-kecilan yang dipimpin oleh suster setempat, namanya burung dalam sangkar. Saya hampir tidak ikut permainan tersebut karena Marlina melakukan hal konyol yaitu pipis di celana karena tak sanggup menahan ketawa. Saya tertawa terbahak-bahak sampai terjengkang ke belakang. Untungnya saya ditahan oleh Yosi. Kalau tidak saya sudah jatuh. Setelah itu, acara api unggun pun dimulai. Kami bernyanyi-nyanyi saat api unggun telah menyala. Kami juga disajikan flash back foto-foto selama kami berada di Desa Granting. Kebanyakan foto kelompok saya yang ada. Setelah acara api unggun selesai, saya pun pulang dan tidur dengan lelap.

Jumat, 9 November 2007

Saya bangun agak telat dan mandi paling terakhir. Kami bercengkrama dan berfoto-foto bersama keluarga untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu kami pun pergi ke arah bus diparkirkan. Sebelum berangkat, kami pun berfoto-foto bersama para guru dan para panitia. Lalu jam sembilan lebih, kami pun berangkat meninggalkan Desa Granting.

Siangnya, kami pergi ke Bakpia 25 dan membeli makanan untuk dibawa pulang. Bakpia rasa keju yang paling digemari oleh kami semua. Setelah itu, kami pergi ke Malioboro dan berbelanja disana. Sesampainya di Mall, saya bertemu dengan teman saya yang memang tinggal di Jogja. Dia mengantar saya melihat barang-barang yang unik. Karena hanya diberi waktu satu jam oleh sekolah, waktu kami sangat terbatas untuk berbelanja.

Kami juga pergi ke Rumah Makan Kangen Desa. Tempatnya sangat enak dan ada kolam di tengah-tengahnya. Setelah selesai makan, saya mencoba menaiki rakit dan berfoto-foto di tengah kolam. Disana sangat seru.

Kami pun kembali ke bus. Sekarang tujuannya hanya satu yaitu Jakarta. Saya sudah tidak sabar ingin pulang. Saya ingin main komputer, saya ingin makan fast food, saya ingin pergi jalan-jalan, dan masih banyak lagi. Seminggu tidak di rumah rasanya setahun.

Kami banyak berhenti di SPBU untuk sekadar pergi ke WC ataupun membeli makanan di supermarket SPBU. Jam tujuh malam, saya sangat menyesal karena tidak pergi ke WC saat berhenti di SPBU sebelumnya. Saya harus menahan pipis selama satu setengah jam. Selama di bus, banyak yang protes karena ingin pergi ke WC. Ternyata tidak hanya saya saja yang ingin pergi ke WC. Setelah berhenti di SPBU terdekat karena protes dari sos3, saya turun dengan sedikit berlari dan menjadi orang pertama yang pergi ke WC. Setelah itu saya lega sekali. Lalu saya kembali ke bus dan tidur.

Malamnya, kami berhenti lagi untuk makan malam. Saya hanya minum teh hangat karena malas makan. Disana, saya juga berfoto-foto.  Lalu, setelah selesai makan bus pun berangkat. Kali ini benar-benar menuju Jakarta. Selama perjalanan saya tetap tidur karena mengantuk.

Sabtu, 10 November 2007

Kami sampai jam enam lewat. Orang tua saya telah menjemput saya. Saya pun pulang duluan karena telah mengantuk. Oleh-oleh salak saya berikan kepada orangtua, selama perjalanan pulang, saya menceritakan pengalaman yang saya dapat disana.

Bersama Keluarga Sutarjo

Sebelum Keberangkatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: